BLANTERWISDOM101

MATERI KELAS 11 BAB 7 FORMULA DALAM MICROSOFT EXCEL

Jumat, 20 Maret 2020

7.1 PENGGUNAAN FORMULA UNTUK PERHITUNGAN

A. OPERATOR DALAM EXCEL
     1. Operator Matematika (Aritmatika)


    2. Operator Perbandingan 


     3. Operator Penggabungan / Ampersand



     4 Operator Referensi 

B. PEMBUATAN FORMULA
     Formula pada Microsoft Excel bisa disebut juga rumus.
     Untuk penulisan Formula diawali dengan tanda sama dengan (=).
     Contoh penulisan Formula :
     Pada sel A1 ketik =7+5 kemudian tekan enter
     Pada sel tersebut (A1) akan muncul 12
Contoh Formula / Rumus Sederhana

C. PENGATURAN OPERATOR DAN FORMULA
 Operator yang digunakan dalam rumus Excel memiliki tingkatan-tingkatan, yaitu tingkatan operasi yang lebih didahulukan dari pada operasi yang lain.

Excel menghitung rumus dari kiri ke kanan, sesuai dengan urutan khusus untuk masing-masing operator dalam rumus. Berikut prioritas atau urutan kerja operator pada excel.

Pada pelajaran Matematika pasti adakan? perhitungan mana yang harus didahulukan? ketika ada beberapa operator.

Proses perhitungan pada excel akan dilakukan sesuai dengan derajat urutan operator excel yaitu:
  1. Operator Referensi.
    • Titik dua(:)
    • Spasi( )
    • Koma(,) atau titik koma(;)
  2. Negasi atau negatif. Misal (-1)
  3. Persen atau Perseratus (%)
  4. Perpangkatan (^)
  5. Perkalian dan pembagian (* dan /)
  6. Penambahan dan pengurangan (+ dan -)
  7. Operator teks (&)
  8. Operator perbandingan
    • = (Sama dengan)
    • > (Lebih dari)
    • < (Kurang dari)
    • >= (Lebih dari atau sama dengan)
    • <= (Kurang dari atau sama dengan)
    • <> (Tidak sama dengan)
D. PENGGUNAAN REFERENSI (ACUAN)
1. Referensi Relatif
Referensi sel jenis ini merupakan default dari referensi sel atau range pada Microsoft Excel, Referensi relatif akan berubah menyesuaikan diri saat dilakukan duplikasi dari satu sel ke sel lain. 



Misalnya gambar berikut:

Rumus =C2*D2 untuk menghitung hasil perkalian dari banyaknya dikali harga menggunakan referensi relatif sehingga ketika rumus ditarik ke bawah (Auto Fill) akan berubah menjadi =C3*D3 dan begitu seterusnya.
2. Referensi Absolute
 Refrensi Absolut merupakan istilah untuk sel yang terkunci atau alamat selnya berada dalam kondisi terkunci. Tujuannya tentu agar alamat sel tidak mengalami perubahan baik kolom maupun baris saat dilakukan perintah Auto Fill. Jenis referensi sel ini ditandai dengan 2 simbol $ masing-masing didepan nama baris dan kolomnya, misalnya sel $E$2.



Contoh:
Untuk menghitung total harga setiap tanggal transaksi diperoleh dengan mengalikan Harga Barang dengan Banyaknya Unit yang di beli. Jadi rumusnya harus ditulis =C4*$E$2 sehingga apabila dilakukan Auto Fill yang berubah hanyalah referensi C4 sedangkan E2 tetap atau tidak berubah.

3. Referensi Semi Absolut
 Jenis referensi ini disebut juga referensi campuran, dimana salah satu baris atau kolomnya yang absolut atau tetap. Jadi ciri-cirinya hanya terdapat satu tanda $ pada alamat sel tersebut, misalnya =$A3.

Contoh:

Cara tercepat untuk membuat tabel perkalian satu sampai lima seperti gambar di atas adalah dengan menggunakan referensi sel semi absolut. Letakkan rumus =$A3*B$2 pada kolom B3 atau pertemuan bilangan 1x1 kemudian seret rumus ke samping kanan dan ke bawah sampai semua kolom terisi.

Catatan :
Shortcut untuk membuat tanda $ otomatis adalah dengan menekan tombol F4 


 7.2 PENGGUNAAN FUNGSI
a. Fungsi Statistika
Beberapa fungsi statistik yang sering digunakan adalah pekerjaan sehari-ari anatara lain:
  1. = SUM(RANGE) >>> Berfungsi untuk menjumlahkan data angka dalam suatu range.
  1. = AVARAGE(RANGE) >>> Berfungsi untuk menghitung rata-rata dalam suatu range.
  1. = MAX(RANGE) >>> Berfungsi untuk mencari nilai tertinggi/terbesar dari suatu range.
  1. =MIN(RANGE) >>> Berfungsi untuk mencari nilai terendah/terkecil dari suatu range.
  1. =COUNT(RANGE) >>> Berfungsi untuk menghitung atau mencari banyaknya data dari suaatu dari suatu range.
b. Fungsi Matematika dan Trigonometri
Beberapa contoh rumus fungsi yang digunakan untuk menghitung trigonometri, berikut adalah daftarnya
SIN >>> Rumus Fungsi Sin digunakan untuk mencari nilai sinus dari suatu sudut yang ingin diketahui nilai sinusnya
=sin(number)
SINH >>> Rumus Fungsi Sinh digunakan untuk mencari nilai sinus hiperbolik dari suatu bilangan atau angka
=sinh(number)
ASIN >>> Rumus Fungsi Asin digunakan untuk mencari nilai arc sinus atau nilai kebalikan(inverse) dari sinus pada suatu sudut segitiga siku siku atau menghitung dari bilangan angka
=asin(number)
ASINH >>> Rumus Fungsi Asinh digunakan untuk mencari nilai arc sinus hiperbolik atau nilai kebalikan(inverse) dari sinus hiperbolik pada suatu sudut
=asinh(number)
COS >>> Rumus Fungsi Cos digunakan untuk mencari nilai cosinus dari suatu sudut yang ingin diketahui nilai cosinusnya
=cos(number)
COSH >>> Rumus Fungsi Cosh digunakan untuk mencari nilai cosinus hiperbolik dari suatu bilangan atau angka
=cosh(number)
ACOS >>> Rumus Fungsi Acos digunakan untuk mencari nilai arc cosinus atau nilai kebalikan(inverse) dari cosinus pada suatu sudut segitiga siku siku atau menghitung bilangan angka
=acos(number)
ACOSH
Rumus Fungsi Acosh digunakan untuk mencari nilai arc cosinus hiperbolik atau nilai kebalikan(inverse) dari cosinus hiperbolik pada suatu sudut
=acosh(number)
TAN >>> Rumus Fungsi Tan digunakan untuk mencari nilai tangen dari suatu sudut yang ingin diketahui nilai tangennya
=tan(number)
TANH >>> Rumus Fungsi Tanh digunakan untuk mencari nilai tangen hiperbolik dari suatu bilangan atau angka
=tanh(number)
ATAN >>> Rumus Fungsi Atan digunakan untuk mencari nilai arc tangen atau nilai kebalikan(inverse) dari tangen pada suatu sudut segitiga siku siku atau menghitung suatu bilangan angka
=atan(number)
ATANH >>> Rumus Fungsi Atanh digunakan untuk mencari nilai arc tangen hiperbolik atau nilai kebalikan(inverse) dari cosinus hiperbolik pada suatu sudut
=atanh(number)
ATAN2
Rumus Fungsi Atan2 digunakan untuk mencari nilai arc tangen atau nilai kebalikan(invers) dari tangen yang nilainya berasal dari suatu koordinat X dan koordinat Y
=atan2(x_num; y_num)

c. Fungsi Pembacaan Tabel 
Fungsi Vlookup dan Hlookup adalah untuk pembacaan tabel dimana dua atau lebih tabel mempunyai data yang saling dihubungkan. Jika tabel disusun secara Vertikal kita menggunakan rumus fungsi Vlookup sedangkan jika tabel disusun secara Horizontal maka kita gunakan rumus fungsi Hlookup.
bentuk dari rumus Vlookup adalah sebagai berikut :
artinya =VLOOKUP(nilai yang dibaca,tabel pembacaan, nomor index kolom)
bentuk dari rumus Hlookup adalah sebagai berikut :
artinya =HLOOKUP(nilai yang dibaca,tabel pembacaan, nomor index baris)
Penjelasan mengenai rumus Vlookup dan Hlookup adalah sebagai berikut :
  1. lookup_value => Nilai yang dibaca adalah nilai sebagai dasar pembacaan tabel
  2. tabel array => tabel pembacaaan adalah range data yang disusun secara vertikal dan horizontal yang berfungsi sebagai tabel yang akan dibaca
  3. col_index_num => nomor indeks kolom adalah nomor urut yang menunjukkan posisi kolom dalam suatu tabel
  4. row_index_num => nomor indeks baris atau kolom adalah nomor urut yang menyatakan posisi baris dan kolom suatu tabel.
  5. [range_lookup] => merupakan eksekusi dari perintah jika benar maka datanya sesuai, jika tidak  maka False (tidak ada)
berikut contoh menggunakan rumus Formula Fungsi VLOOKUP. Pertama kita akan mempersiapkan membuat sebuah tabel pertama di sheet 1 yang berisi data sebagai berikut.
Kemudian pada tabel kedua di sheet 2 kita akan membuat data-data sebagai berikut
Pada tabel di sheet 2 terdapat data penjualan selama tahun 2012 dimana data tersebut tidak ada pada tabel 1 sebelumnya. Sekarang saya menginginkan data penjualan 2012 disemua toko ada di tabel 1. Caranya saya menggunakan formula Vlookup dengan rumus sebagai berikut :
=VLOOKUP($B$2:$B$6,Sheet2!$B$2:$D$6,3,FALSE)

yang menjadi lookup value nya adalah NAMA TOKO
yang menjadi tabel array nya adalah sheet2 NAMA TOKO (tabel yang akan dibaca)
yang menjadi col_index_num nya adalah kolom 3 (kolom D, PENJUALAN SELAMA TAHUN 2012)
setelah rumus formula kita maka hasilnya dapat dilihat seperti tabel berikut ini
pada tabel 1 di sheet satu telah bertambah data pada kolom F yaitu PENJUALAN SELAMA TAHUN 2012, dimana datanya merupakan hasil dari rumus VLOOKUP dengan sumber tabel 2 yang ada di sheet 2.
Share This :

0 Post a Comment